Pendidikan Pariwisata Berperan Vital Mencetak Profesional untuk Pengembangan Pariwisata Indonesia

Tags : kampus
Date :10 Juni 2017

Pendidikan Pariwisata Berperan Vital Mencetak Profesional untuk Pengembangan Pariwisata Indonesia

Ken Fitriani | Kamis, 18 Mei 2017

Yogya (RE) - Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai kekayaan alam luar biasa, dan berpotensi menjadi destinasi pariwisata. Namun, masih belum dapat mendatangkan wisatawan mancanegara sesuai target. Kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia masih kalah jauh bila dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Para akademisi dalam pendidikan pariwisata mengamati masih banyak kelemahan sektor wisata Indonesia sehingga angka kunjungan wisatawan mancanegaranya sangat rendah.

Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Suhendroyono mengatakan, angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia belum sesuai yang diharapkan. Hal ini kontras dengan pesona pariwisata di Indonesia yang unggul di kawasan Asia Tenggara.

"Harus kita akui angka kunjungan pariwisata kita masih tertinggal jauh dari Malaysia dan Singapura. Kita sudah merdeka hampir 72 tahun tapi perkembangan pariwisata kita memang kalah. Singapura menjadi destinasi pariwisata terbaik se-Asia Pasifik," ujar Suhendroyono dalam Seminar Nasional Ekspektasi Pengembangan Pariwisata dan MICE Nasional 2045 yang berlangsung di Auditorium STIPRAM Yogyakarta, Senin (15/5).

Perguruan tinggi pariwisata memegang peran vital untuk turut ambil bagian sebagai upaya meningkatkan angka kunjungan pariwisata dari turis mancanegara. Partisipasi nyata yang bisa diambil adalah mengedukasi masyarakat sehingga mampu mengemas wisata agar memikat.

"Selain itu perguruan tinggi pariwisata  dituntut dapat memunculkan tenaga profesional untuk pengembangan industri wisata di Indonesia," jelas Suhendroyono. (KenFitriani/RadioEdukasi/BPMRPK Kemdikbud)